Sejarah Dana Pensiun Perkebunan

LATAR BELAKANG

Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) semula adalah Yayasan Dana Pensiun (YDPP) yang menjalankan aktifitas mengelola program pensiun anggota direksi dan pegawai staf PNP/PTP, badan-badan atau lembaga dalam lingkup PNP/PTP, serta Perum Kapas. YDPP didirikan oleh Direksi PNP/PTP I s/d XXXI pada tahun 1976 yang didirikan berdasarkan Akte Notaris Abdul Latief, SH Nomor 8 tanggal 8 Januari 1976.

YDPP kemudian berubah menjadi DAPENBUN sebagai konsekuensi diberlakukannya Undang-Undang No.11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Maksud dan tujuan DAPENBUN adalah menghimpun dan mengelola dana untuk mengusahakan kesinambungan penghasilan serta meningkatkan kesejahteraan peserta pada saat pensiun melalui penyelenggaraan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP). Peserta DAPENBUN merupakan Karyawan dari Pendiri dan dari Mitra Pendiri dimulai sejak Karyawan terdaftar sebagai Peserta dan berakhir pada saat Peserta berhenti bekerja.

 DAPENBUN  mengelola PPMP karyawan PT Perkebunan Nusantara I hingga XIV, Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), PT Sarana Agro Nusantara (SAN), PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), PT Nusantara Medika Utama (PT NMU), PT Nusantara Sebelas Medika(PT NSM), dan PT Rolas Nusantara Medika (PT RNM).

 Penyelenggaraan program pensiun didasarkan Peraturan DAPENBUN yang disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-554/KM.17/1997 tanggal 29 Oktober 1997. Peraturan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir disahkan oleh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Keputusan No.KEP- 65/NB.1/2018 tanggal 12 November 2018.

 Seiring perjalanan sejarahnya selama empat dasawarsa, DAPENBUN terus melakukan pengembangan dan terobosan. Tahun 2018 merupakan periode yang penting bagi DAPENBUN untuk bersiap diri mewujudkan visinya  sebagai dana pensiun yang mandiri, terpercaya, serta berkembang secara berkesinambungan. Sebuah visi yang ingin dicapai   pada tahun 2022  dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi. Pada tahun ini, DAPENBUN juga telah berhasil membangun platform layanan peserta berbasis mobile app.

 

TUGAS DANA PENSIUN PERKEBUNAN (DAPENBUN)

1. Maksud dan Tujuan :

Maksud dan tujuan DAPENBUN adalah menghimpun, mengelola dan mengembangkan dana guna menjamin dan memelihara serta mengusahakan kesinambungan penghasilan Peserta dihari tua dengan menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti.

Kekayaan DAPENBUN dimaksud di atas adalah berasal dari :
I. Kekayaan yang dialihkan dari Yayasan Dana Pensiun Perkebunan (YDPP);
2. Kekayaan dari Program Pensiun Hari Tua karyawan Pelaksana yang dialihkan ke DAPENBUN;
3. luran Pemberi Kerja;
4. luran Peserta;
5. Hasil Pengembangan Dana;
6. Pengalihan dana dari Dana Pensiun lain. Kekayaan DAPENBUN terpisah dari kekayaan Pendiri dan Mitra Pendiri.

2. Tugas DAPENBUN :

Dengan berlandaskan Undang-undang Dana Pensiun Nomor 11 tahun 1992, Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 1992 tentang Dana pensiun pemberi Kerja dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 510 tentang Pendanaan dan Solvabilitas Dana Pensiun Pemberi Kerja serta Nomor 511 tentang Investasi Dana pensiun, pengelolaan kekayaan DAPENBUN dilaksanakan Pengurus sesuai arahan investasi yang digariskan Pendiri dan ketentuan tentang investasi yang ditetapkan dalam Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya. Prinsip dalam berinvestasi dilakukan dengan berpedoman pada Undang undang Dana Pensiun perolehan hasil yang optimal dengan risiko yang minimal.
Pada saat Peserta Aktif memasuki masa pensiun maka DAPENBUN melaksanakan pembayaran Manfaat Pensiun yang berasal dari luran dan Pengembangannya selama Peserta masih aktif mengiur. Hak Peserta adalah memperoleh Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara berkala kepada Pensiunan atau Janda/Duda atau Anak dengan cara yang ditetapkan dalam Peraturan Dana pensiun Perkebunan.

Perhitungan Kewajiban pembayaran Manfaat Pensiun tersebut sampai seluruh hak Pensiun dipenuhi, dilakukan oleh Aktuaris dalam Valuasi Aktuaria dan dilakukan secara berkala yang disebut Kewajiban Aktuaria. DAPENBUN dalam melakukan pembayaran Manfaat Pensiun dituntut untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan pembayaran yang tepat waktu, tepat jumlah dan tepat orang. Dalam hal Kewajiban Aktuaria lebih besar dibandingkan dengan Kekayaan Untuk Pendanaan maka akan timbul beban luran Tambahan dari Pemberi Kerja.

Last Updated (Wednesday, 09 March 2011 17:49)

 

 
         
    Tentang  
       
         
    Simulasi Manfaat Pensiun  
     
Untuk mengetahui simulasi perhitungan dana pensiun silahkan klik disini.
 
         
    Butuh Bantuan ?  
     
Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk atau layanan Dapenbun, anda dapat menghubungi kami disini.
 

 

Copyright Dana Pensiun Perkebunan 2019 Webmail | Kontak