Sejarah Dapenbun

LATAR BELAKANG

Berdirinya DAPENBUN berawal dari Yayasan Dana Pensiun (YDPP) yang didirikan oleh Direksi PNP/PTP I s/d XXXI tahun 1976 dan dengan pengesahan oleh Menteri Keuangan pada tahun 1978 untuk mengelola program pensiun anggota Direksi dan Pegawai Staf PNP/PTP dan Badan-badan /Lembaga dalam lingkup PNP/PTP serta Perum Kapas. Untuk pendanaannya sebagai peserta YDPP, PTP sesuai dengan Keputusan RUPS PTP yang dipimpin Menteri Pertanian selaku Menteri Teknis selaku Kuasa Pemegang  saham dialokasikan dari bagian laba sebagai dotasi kepada YDPP termasuk pula bagian laba dari PNP.

Berdasarkan Undang-undang No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun, YDPP wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan Undang-undang Dana Pensiun dalam waktu selambat-Iambatnya 1 (satu) tahun sejak berlakunya Undang undang Dana Pensiun. Penyesuaian dimaksud telah merubah YDPP menjadi Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) dan telah mendapatkan pengesahan Menteri Keuangan tahun 1997 tentang Pengesahan Peraturan Dana pensiun Perkebunan.

Berdasarkan SKB Menteri Pertanian dan Menteri Tenaga Kerja, Program Pensiun Karyawan Non Staf (Harian Tetap dan Bulanan) PTP/PNP dikelola oleh PT. ASTEK dari tahun 1991 s/d 1994. Dengan diterbitkannya Undang-undang No. 3 tahun 1992 PT. Astek berubah menjadi PT. JAMSOSTEK , dan tidak diperkenankan menyelenggarakan program pensiun. Sebagai dampak dari diberlakukannya Undang-undang tersebut maka pada tahun 1994 berdasarkan SKB Menteri Pertanian dan Menteri Tanaga Kerja, program pensiun karyawan non staf PTP/PNP dititipkan kepada YDPP dengan pengalihan dana sebesar Rp. 111 milyar, dan berdasarkan valuasi Aktuaria pada akhir tahun 1995 kecukupan dana untuk program Non Staf hanya 16,60%. Pensiun Non Staf kemudian dititipkan kepada DAPENBUN, namun demikian Program Pensiun cara dititipkan tersebut tidak dibenarkan oleh Regulator.

Selanjutnya dilakukan penggabungan program Pensiun Non Staf dengan Staf PTP/PNP dalam pengelolaan DAPENBUN berdasarkan keputusan Rapat Pendiri dan Mitra Pendiri DAPENBUN tanggal 16 Juni 1999 dan diusulkan kepada Menteri Keuangan untuk perubahan Peraturan Dana Pensiun Perkebunan dilengkapi dengan Rekomendasi Wakil Pemegang Saham PTPN. I -XIV. Pengesahannya pada tanggal 13 September 1999 dengan kondisi pada saat itu dari hasil Valuasi Aktuaria menunjukkan Tingkat Pendanaan Dapenbun 54,87% (Tingkat Ketiga) yaitu masing-masing 105,74% untuk Staf (ex dikelola oleh YDPP) dan 34,90% untuk Non Staf (ex dikelola oleh PT. Astek).

Dengan tingkat pendanaan tersebut berakibat defisit (defisit masa kerja lalu dan defisit pra undang-undang sebesar Rp. 800 milyar dan harus dicicil oleh Pemberi Kerja dengan cicilan Rp. 12 milyar per bulan. Sampai dengan tgl. 31 Desember 2003, tunggakan iuran tersebut masih berjumlah Rp. 656,8 milyar dan akhirnya dijadwal ulang sampai dengan tahun 2013 yang dituangkan dalam Akta Notaris Uun Guniarsih, SH.MKn. tanggal 14 Juli 2004 dengan disaksikan oleh Biro Dana Pensiun Departemen Keuangan.

TUGAS DANA PENSIUN PERKEBUNAN (DAPENBUN)

1. Maksud dan Tujuan :

Maksud dan tujuan DAPENBUN adalah menghimpun, mengelola dan mengembangkan dana guna menjamin dan memelihara serta mengusahakan kesinambungan penghasilan Peserta dihari tua dengan menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti.

Kekayaan DAPENBUN dimaksud di atas adalah berasal dari :
I. Kekayaan yang dialihkan dari Yayasan Dana Pensiun Perkebunan (YDPP);
2. Kekayaan dari Program Pensiun Hari Tua karyawan Pelaksana yang dialihkan ke DAPENBUN;
3. luran Pemberi Kerja;
4. luran Peserta;
5. Hasil Pengembangan Dana;
6. Pengalihan dana dari Dana Pensiun lain. Kekayaan DAPENBUN terpisah dari kekayaan Pendiri dan Mitra Pendiri.

2. Tugas DAPENBUN :

Dengan berlandaskan Undang-undang Dana Pensiun Nomor 11 tahun 1992, Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 1992 tentang Dana pensiun pemberi Kerja dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 510 tentang Pendanaan dan Solvabilitas Dana Pensiun Pemberi Kerja serta Nomor 511 tentang Investasi Dana pensiun, pengelolaan kekayaan DAPENBUN dilaksanakan Pengurus sesuai arahan investasi yang digariskan Pendiri dan ketentuan tentang investasi yang ditetapkan dalam Undang-undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya. Prinsip dalam berinvestasi dilakukan dengan berpedoman pada Undang undang Dana Pensiun perolehan hasil yang optimal dengan risiko yang minimal.
Pada saat Peserta Aktif memasuki masa pensiun maka DAPENBUN melaksanakan pembayaran Manfaat Pensiun yang berasal dari luran dan Pengembangannya selama Peserta masih aktif mengiur. Hak Peserta adalah memperoleh Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara berkala kepada Pensiunan atau Janda/Duda atau Anak dengan cara yang ditetapkan dalam Peraturan Dana pensiun Perkebunan.

Perhitungan Kewajiban pembayaran Manfaat Pensiun tersebut sampai seluruh hak Pensiun dipenuhi, dilakukan oleh Aktuaris dalam Valuasi Aktuaria dan dilakukan secara berkala yang disebut Kewajiban Aktuaria. DAPENBUN dalam melakukan pembayaran Manfaat Pensiun dituntut untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan pembayaran yang tepat waktu, tepat jumlah dan tepat orang. Dalam hal Kewajiban Aktuaria lebih besar dibandingkan dengan Kekayaan Untuk Pendanaan maka akan timbul beban luran Tambahan dari Pemberi Kerja.

Last Updated (Wednesday, 09 March 2011 17:49)

 

 
         
    Tentang  
       
         
    Simulasi Manfaat Pensiun  
     
Untuk mengetahui simulasi perhitungan dana pensiun silahkan klik disini.
 
         
    Butuh Bantuan ?  
     
Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk atau layanan Dapenbun, anda dapat menghubungi kami disini.
 

 

Copyright Dana Pensiun Perkebunan 2016 Webmail | Kontak