Bidang Kepesertaan

SEKILAS INFO

Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) adalah sebuah badan hukum yang didirikan untuk menghimpun dan mengelola dana untuk kepentingan peserta, dan bertujuan mengupayakan kesinambungan penghasilan bagi Peserta di hari tua dengan menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti.

Sebagai media informasi khususnya bagi para Peserta DAPENBUN, situs web DAPENBUN (www.dapenbun.co.id) diharapkan menjadi jembatan informasi antara DAPENBUN dengan para peserta maupun para pemangku kepentingan (stake holder), sehingga keberadaannya dapat memberikan nilai lebih untuk peningkatan pelayanan yang terbaik.

Salah satu struktur organisasi dari DAPENBUN adalah Bagian Kepesertaan yang mempunyai peran sebagai pengelola administrasi data yang menjadi peserta DAPENBUN dan memberikan penjelasan tentang peraturan DAPENBUN kepada seluruh pihak yang membutuhkan khususnya terhadap masalah data peserta dan hak/kewajiban peserta.

Dana Pensiun Perkebunan dalam mengelola dana pensiun harus mematuhi peraturan yang berlaku dan Peraturan DAPENBUN terakhir yang berlaku setelah beberapa kali mengalami perubahan adalah yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan RI dengan keputusan no. KEP-193/KM.10/2007 tanggal 2 Oktober 2007.

DAPENBUN menyadari bahwa pemberian informasi kepada stake holders tentang segala sesuatu mengenai Dana Pensiun Perkebunan sangat bermanfaat guna peningkatan kinerja. Untuk itu, dengan menggunakan aplikasi yang berbasis Teknologi Informasi, dibangun aplikasi website dengan alamat www.dapenbun.co.id dan khusus Bagian Kepesertaan apabila ada keluhan dan saran tentang peserta dapat langsung di akses ke address e-mail kepesertaan@dapenbun.co.id.

FUNGSI DAN TUGAS

Tugas Bagian Kepesertaan:

  1. Memberikan informasi kepada management tentang perkembangan data Peserta, Iuran dan Manfaat Pensiun.
  2. Mengolah data, dan melakukan komunikasi yang intensif dengan Pemberi Kerja dan Cabang DAPENBUN untuk memperoleh informasi perubahan data yang cepat dan akurat.
  3. Menetapkan besar Iuran dan besar Manfaat Pensiun.
  4. Mengevaluasi hasil perhitungan Aktuaria yang dilakukan oleh Aktuaris.
  5. Menganalisa data peserta dan penetapan luran Normal dan Manfaat Pensiun.
  6. Melakukan penelitian dalam penyempurnaan Peraturan DAPENBUN.
  7. Mensosialisasikan dan memberikan penjelasan tentang Peraturan DAPENBUN.
  8. Bekerjasama dengan Instansi terkait (Kementrian BUMN, Biro Dana Pensiun – Dep. Keuangan) yang berhubungan dengan Peraturan DAPENBUN dan Penerapannya khusus bidang Kepesertaan.

Fungsi Bagian Kepesertaan:

  1. Sumber informasi tentang data peserta dan hasil perhitungan aktuaria.
  2. Menyediakan fasilitas kemudahan bagi para peserta untuk dapat menerima pembayaran manfaat pensiun tepat waktu, tepat jumlah dan tepat orang.
  3. Memberikan pelayanan dan penjelasan yang transparan kepada Peserta dan pihak yang membutuhkan.

Data Kepesertaan

Berdasarkan hasil rekonsiliasi data Kepesertaan dengan Pemberi Kerja dan Cabang DAPENBUN posisi per 31 Desember 2010, ikhtisar data peserta adalah sebagai berikut :

    1. Data PesertaRekap Jumlah Peserta Dana Pensiun Perkebunan Per 31 Desember 2010
       

    1. Mutasi Peserta Aktif, Pensiun Ditunda dan Pensiunan

    1. Distribusi dan Grafik Usia Peserta Aktif, Pensiun Ditunda dan Pensiunana.
      a. Distribusi dan Grafik Usia Peserta Aktif

      b. Distribusi dan Grafik Usia Pensiun Ditunda
       

      c. Distribusi dan Grafik Usia Pensiunan
       

  1. Distribusi dan Grafik Iuran dan Manfaat Pensiun
     

ADMINISTRASI KEPESERTAAN

Data Kepesertaan dikelola dengan mengacu pada Peraturan Dana Pensiun Perkebunan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Sebagai acuan DAPENBUN dalam pengelolaan administrasi Kepesertaan, Pendiri Dana Pensiun Perkebunan dalam suratnya No. XX-DAPEB/98.002 tanggal 14 Maret 1998 telah mengesahkan penggunaan penerapan Management Information System (MIS) Bidang Kepesertaan, berupa Buku Pedoman petunjuk sistim administrasi kepesertaan Dana Pensiun Perkebunan.

Buku Pedoman MIS tersebut antara lain mengatur:

  1. Pendaftaran Peserta dan Identitas Peserta
  2. Perubahan Data Peserta
  3. Pendaftaran Ahli waris Peserta dan Perubahannya
  4. Perhitungan dan Penetapan Iuran
  5. Informasi Peserta yang akan memasuki masa pensiun normal
  6. Pengajuan Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala, Sekaligus dan Pengembalian Iuran
  7. Perhitungan/Penetapan Besar Manfaat Pensiun
  8. Penyampaian Informasi tentang:
    a. Perkembangan Jumlah Peserta
    b. Perkembangan Iuran Normal
    c. Perkembangan Penerima Manfaat Pensiun Normal
    d. Perkembangan Penerima Manfaat Pensiun Dipercepat
    e. Perkembangan Penerima Manfaat Pensiun Cacat
    f. Perkembangan Penerima Manfaat Pensiun Ditunda
    g. Perkembangan Penerima Manfaat Pensiun Janda/Duda
    h. Perkembangan Penerima Manfaat Pensiun Anak
    i. Perkembangan Pembayaran Manfaat Pensiun Sekaligus
    j. Perkembangan Pembayaran Pengembalian Iuran Pensiun

PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI

Saat ini Bagian Kepesertaan sudah mempunyai teknologi informasi dengan sistim aplikasi software yang sudah dipergunakan juga di seluruh Cabang DAPENBUN, termasuk beberapa Pemberi Kerja menggunakannya. Dasar dari pembuatan aplikasi software adalah terbitnya Managemen Information System (MIS) Bagian Kepesertaan yang disahkan oleh Pendiri dan masih dipakai serta masih relevan/sesuai dengan kebutuhan administrasi data peserta.

Hubungan aplikasi software dengan MIS tersebut dimaksudkan untuk mengelola tugas-tugas yang saling terkait, agar dapat menghasilkan informasi yang akurat dan cepat untuk manajemen ataupun pihak-pihak yang membutuhkan.

Peran utama Teknologi Informasi saat ini adalah untuk keperluan penyajian laporan kepesertaan dan administrasi data peserta setiap bulanan, triwulan, semester dan tahunan, sehingga perkembangan data peserta, penetapan Iuran Normal dan Manfaat pensiun dapat disajikan secara tepat waktu.

Program Pensiun

  1. Syarat Kepesertaan :
    Peserta adalah Karyawan dari Pemberi Kerja yang memenuhi syarat kepesertaan sesuai Peraturan Dana Pensiun Perkebunan dan telah terdaftar pada Dana Pensiun Perkebunan.
  2. Iuran :
    a. Iuran Normal terdiri dari :
    – Beban Peserta (6% dari PhDP) dan
    – Beban Pemberi Kerja (sesuai perhitungan aktuaria)
    b. Iuran Tambahan, apabila terjadi defisit yang besarnya ditetapkan oleh aktuaris
  3. Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)
    Sejak 1 Januari 2007 PhDP yang berlaku adalah berdasarkan tabel gaji keadaan 1 Januari 2002.
  4. Manfaat Pensiun
    Manfaat Pensiun adalah pembayaran berkala yang dibayarkan kepada Pensiunan atau Janda/duda atau Anak dengan cara yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun Perkebunan.
  5. Usia Pensiun
    a. Usia Pensiun Normal ditetapkan:
    1. Untuk Karyawan Golongan IA s/d IID = usia 55 tahun
    2. Untuk Karyawan Golongan IIIA s/d IVD = usia 56 tahun
    b. Usia Pensiun Dipercepat
    1. Untuk Karyawan Golongan IA s/d IID sekurang-kurangnya usia 45 tahun
    2. Untuk Karyawan Golongan IIIA s/d IVD sekurang-kurangnya usia 46 tahun
    c. Usia Pensiun Wajib ditetapkan usia 60 tahun
  6. Jenis dan Rumus Manfaat Pensiun Bagi Peserta
    a. Manfaat Pensiun Normal
    Manfaat Pensiun yang dibayarkan kepada peserta yang pensiun pada usia pensiun normal ( 55 tahun untuk golongan IA s.d IID) atau (56 tahun untuk golongan IIIA s.d IVD).
    Rumus perhitungan Manfaat Pensiun Normal :

    = (Penghargaan Masa Kerja (PMK) x Masa Kerja (MK) x PhDP

    = Penghargaan Masa Kerja Pensiun (PMKP) x PhDP

    = PMKP x PhDP

    b. Manfaat Pensiun Dipercepat
    Manfaat Pensiun Peserta yang dibayarkan apabila Peserta berhenti bekerja dan telah mencapai usia sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun sebelum usia Pensiun Normal.
    Rumus perhitungan Manfaat Pensiun Dipercepat :

    = Nilai Sekarang (NS) x (Penghargaan Masa Kerja (PMK) x Masa Kerja (MK) x PhDP

    = Nilai Sekarang (NS) x Penghargaan Masak Kerja Pensiun (PMKP) x PhDP

    = NS x PMKP x PhDP

    c. Manfaat Pensiun Ditunda
    Hak Manfaat Pensiun bagi peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia Pensiun Normal, yang ditunda pembayarannya sampai pada saat Peserta pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun Perkebunan.
    Rumus Perhitungan Manfaat Pensiun Ditunda Jatuh Tempo :

    = NS x PMKP x PhDP

    d. Manfaat Pensiun Cacat
    Manfaat Pensiun yang diberikan kepada peserta yang mengalami cacat total dan tetap yang dinyatakan oleh Dokter yang ditunjuk Pemberi Kerja.
    Rumus perhitungan Manfaat Pensiun Cacat :

    = NS x PMKP x PhDP ; dengan masa kerja dihitung seolah-olah peserta berhenti pada usia Pensiun Normal

    e. Manfaat Pensiun Janda/Duda atau Anak
    e.1.Manfaat Pensiun Janda/Duda atau Anak dari Peserta Aktif meninggal dunia
    a. Peserta aktif meninggal karena tewas
    Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Janda/Duda atau Anak dari peserta yang meninggal dunia yang diakibatkan langsung maupun tidak langsung dalam menjalankan tugas kedinasannya.
    Rumus Perhitungan Manfaat Pensiun :

    = 100% x PMKP x PhDP ; dengan masa kerja dihitung seolah-olah peserta berhenti pada usia Pensiun Normal

    b. Peserta aktif meninggal biasa
    Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Janda/Duda atau Anak dari peserta yang meninggal dunia bukan dalam tugas.
    Rumus Perhitungan Manfaat Pensiun :

    = 60% x NS x PMKP x PhDP ; masa kerja dihitung s/d peserta meninggal dunia

    e.2.Manfaat Pensiun Janda/Duda atau Anak dari Pensiunan meninggal dunia
    Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Janda/Duda atau Anak dari Pensiunan yang meninggal dunia.
    Rumus Perhitungan Manfaat Pensiun :

    = 60% x MP yang diterima Pensiunan

    Keterangan :
    Besar Penghargaan Masa Kerja (PMK) adalah :
    – Sebesar 2% (dua perseratus) untuk tiap tahun masa kerja sampai dengan 20 tahun
    – Sebesar 2,5% (dua setengah perseratus) untuk tiap tahun masa kerja diatas 20 tahun, maksimal masa kerja 12 tahun
    – Maksimum besar Manfaat Pensiun adalah 70% (tujuh puluh perseratus) dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)
  7. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Manfaat Pensiun
    a. Usia Peserta :
    – Menentukan jenis Manfaat Pensiun yang diterima
    – Menentukan besarnya Nilai Sekarang
    b. Masa Kerja :
    – Masa kerja pada Pemberi Kerja
    – Masa kerja diluar Pemberi Kerja yang diakui berdasarkan keputusan Pemberi Kerja
    c. Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)
    Penghasilan yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dijadikan dasar untuk menghitung besarnya Iuran Pensiun dan Manfaat Pensiun.
  8. Keuntungan Program Pensiun Manfaat Pasti Bagi Peserta
    a. Adanya Kepastian Manfaat Pensiun.
    b. Risiko kegagalan investasi ditanggung Pemberi Kerja.
    c. Kekurangan dana/unfunded Masa Kerja Lalu ditanggung Pemberi Kerja.
    d. Iuran Tambahan untuk menutup defisit dibebankan kepada Pemberi Kerja.
Kenaikan PhDP Tahun 2011 s/d 2013

Perkembangan Perubahan PhDP

 

 
         
    Tentang  
       
         
    Simulasi Manfaat Pensiun  
     
Untuk mengetahui simulasi perhitungan dana pensiun silahkan klik disini.
 
         
    Butuh Bantuan ?  
     
Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk atau layanan Dapenbun, anda dapat menghubungi kami disini.
 

 

Copyright Dana Pensiun Perkebunan 2016 Webmail | Kontak